PONPES AL-FALAH

Sejarah Pesantren

Jejak langkah dan tonggak berdirinya lembaga pendidikan kami.

Gambar Sejarah 1
Gambar 1: Momen bersejarah pendirian pesantren.
Pondok Pesantren Al-Falah didirikan pada tahun 1985 oleh KH. Ahmad Ma’ruf, seorang ulama kharismatik yang dikenal luas karena dedikasi dan kepeduliannya terhadap pendidikan Islam di pelosok desa. Berlokasi di Desa Sukamaju, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pesantren ini bermula dari sebuah langgar sederhana yang digunakan untuk mengaji oleh beberapa santri dari lingkungan sekitar.

Awalnya, santri yang mondok tidak lebih dari sepuluh orang. Mereka tinggal di rumah-rumah warga sekitar, sementara kegiatan belajar mengajar berlangsung di teras masjid. KH. Ahmad Ma’ruf dengan penuh keikhlasan membimbing mereka, mengajarkan kitab-kitab dasar seperti Tijan, Safinatun Najah, dan Ta’lim Muta’allim setiap ba’da Subuh dan ba’da Maghrib. Meski fasilitas sangat terbatas, semangat belajar dan suasana kekeluargaan menjadi ciri khas utama yang terus terjaga hingga kini.

Tahun 2000 menjadi titik perkembangan signifikan bagi Pondok Pesantren Al-Falah. Melihat kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan formal yang berbasis nilai-nilai keislaman, maka didirikanlah Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Al-Falah, yang kurikulumnya mengintegrasikan antara pendidikan nasional dan pendidikan pesantren. Dengan pendekatan ini, para santri tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga mampu bersaing dalam dunia akademik dan sosial yang lebih luas.

Kini, lebih dari 1.200 santri menimba ilmu di Pondok Pesantren Al-Falah setiap tahunnya. Di bawah kepemimpinan generasi kedua, yakni KH. Maulana Rasyid, Lc., M.Ag, Al-Falah terus berkembang menjadi lembaga pendidikan Islam yang modern tanpa kehilangan ruh tradisionalnya. Dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai tawadhu’, keikhlasan, dan ukhuwah Islamiyah, Al-Falah terus berkomitmen untuk menjadi pencerah bagi umat dan penjaga warisan keilmuan Islam.
Gambar Sejarah 2
Gambar 2: Perkembangan pesantren dari masa ke masa.